pieces of momey' stories

menghargai setiap rupiah

on March 4, 2011

Harus diakui, kalo pemborosan selama ini, bikin momey gak berani menghitung uang masuk versus keluar.

Tutup mata deh pokoknya.

Sebenarnya udah sadar sih dari lama, kalau situasi itu gak bisa diteruskan. Alasannya:

  1. Kebutuhan hidup makin banyak. Harus disiapkan sejak dini.
  2. Umur makin nambah, gak mungkin dong produktivitas tetap sama.
  3. Keadaan darurat itu, suatu saat pasti ada. Doa dan harapan sih semoga semua baik-baik aja. Tapi kan kita gak bisa prediksi keadaan di masa yang akan datang.
  4. Harus kasih TELADAN yang benar ke Eydro (dan adik-adiknya) nanti. Kalo emaknya aja borosnya minta ampun, gimana anaknya. Harus bisa kasih contoh ke mereka bagaimana menghargai rupiah itu. Setiap rupiahnya. Jadi nantinya mereka besar, gak manja.  (GONG banget deh ini buat gue! :( )

So, better be late than never.

Me try my best to do this.

Dan sungguh shock, melihat plan maret gue. Yes, I’ve made mine. Mine which is my own income. Belum yg ngatur dari dadey. (which I know he’s better on it). Income versus outcome nya miris banget cuy!

Biaya paling besar adalah sebenarnya bayar cicilan mobil. Walaupun emang nol persen, tapi berasa banget. Dulu waktu gue belum bikin perhitungan gini, gampang banget rasanya bilang nominal sekian untuk bayar cicilan mobil itu. Ternyata… hiks. Untung juga sih dadey bilang, klo cicilan ini termasuk nabung juga buat di term plan gue. Eits, jangan protes. Masuk akal juga sih buat gue. Karena, kebetulan, walaupun punya mobil tipe milik sejuta umat, tapi nilai mobil ini termasuk yang tidak drop-drop amat harga jualnya. Kalo istilah dadey, semisal itu mobil dijual sekarang atau nanti, kami masih punya harapan nilai jual yang tinggi, yang bikin si mobil ini bukan masuk barang konsumtif buat kami. Bisa jadi asset! Aneh sih. Tapi emang gitu kenyataannya. Dan gue ditenangkan dadey utk memplesetkan istilah cicilan buat si mobil ini jadi tabungan. Tau sih agak-agak yaaahh…. gak biasa. Tapi itu cukup menenangkan. :)

So.. gara-gara bayar cicilan/tabungan mobil ini, bisa ditebak, sisanya cukup bikin empot-empotan. Tapi syukurnya masih bisa sih menyisihkan almost 10% utk menabung yang secara garis besar udah dibagi-bagi dalam unitlink (yeah I know it’s not a good one — but well, me decided to keep it), tabungan terencana yang autodebit tiap bulan, reksa dana, dan cicilan LM. Semua tabungan ini belum punya tujuan. #gubrak! #toyorlagi. Eh ada 1 ding yang tabungan terencana itu mksdnya untuk dana liburan akhir tahun ini. hihihi.. Halah yang penting udah nabung deh. Ini masih cari-cari info sekolah buat eydro. Jadi bisa terencana ntar gimana dana pendidikannya.

Back to this march plan, setelah sisihkan beberapa, lalu list down expenditure: GOBLOSS! dikit lagi minuuuus… hahahaha…

Dan pas kemaren iseng-iseng cek transaksi februari di m-banking, saldo awal dan saldo akhir nya juga MEFEET abisss….

Ya ampuuunn, kemana aja gue ya??

Well… to make a better me, let’s start a VERY DARK PERIOD for this march. No private expense such as make-up, accessories, clothes etc. I’m calling this as a #moratmiritmaret.

I want to be a better momey. I want to appreciate every single rupiahs. (Like finding 2 pieces of 2000 rupiahs in my bag means I can have an extra teh botol for a lunch).

So help me GOD!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: