pieces of momey' stories

Children are product of their parents

NOPE! gue bukan mau cerita gimana kisah biologisnya maka bisa itu orangtua jadi PRODUSEN nya anak-anak. Tinta lah ya neik… hihihi…

Cuma ketemu kalimat itu aja di satu forum Tiger Mommy Method di FemaleDaily, yang diajukan salah satu membernya.

Apa yang diajarin si orangtua di rumahnya, itulah yang jadi cerminan si anak nantinya.

Dari baca thread itu, gue banyak belajar. Dan merasa penting untuk membuat poin-poin tertentu yang yg harus gue catat, sebagai pengingat dan kalo bisa lebih, ya berbagi.

Note: kebanyakan poin-poin yang gue tulis adalah copas langsung dari thread itu. Gue suka susunan kata-kata dari mereka. (atau bisa jadi gue yg sebenernya gak pinter nulis. hihihi)

Ini ya beberapa poinnya:

  • anak mau seberapa sih bisa diharap mengerti keadaan kita? Kita capek, kita sakit, kita banting tulang, dll dst manalah dia punya kemampuan buat beneran mengerti?
  • anak2 butuh rasa aman. Kita, orang tuanya, adalah dunia mereka. Kita sumber kasih sayang, sumber rasa bahagia, sumber rasa aman, sumber rasa nyaman yg paling signifikan buat mereka. Dan jeleknya, kita jg bisa jadi sumber rasa ga nyaman, rasa takut, rasa marah yg paling signifikan juga buat mereka.
  • Banding-bandingin anak is a no no. “tuh si A bisa gini, kamu kok ga bisa?” Baiknya ganti aja deh itu kalimat dengan: “eh, si A bisa ini loh, koko bisa ga ya? Kita coba yuukkk..” Anak gak mau? Pancing aja terus. Gak hari ini, besok kan masih ada.๐Ÿ™‚
  • anak tetap anak2 bukan ‘manusia mini’ yang bisa kita paksa untuk menjadi dewasa sebelum waktunya.. mereka tetap anak2 yang butuh rasa aman, rasa percaya, kasih sayang dari orang terdekatnya
  • “kebahagiaan orang tua itu belum tentu kebahagiaan anak, tapi kebahagiaan anak itu adalah segalanya buat orang tua”
  • instead of fokus ke nanya: gmn PR? Gmn nilai ulangan? Gimana bahasa inggris? tanya JUGA how’s your day? How’s school? How’s your friend? How do you feel today? What happened to you today? Dan jgn lupa bilang kata2 keramat ajimat yg wajib dia sering dengar: I LOVE YOU and I’m SO PROUD OF YOU. (regardless her today’s achievement mau dpt A, B C, tetep bikin dia tau betapa lu bangga sama dia!)
  • ciptakan “jaring-pengaman” buat anak yang artinya dia tau kemana harus bertopang saat mengalami masalah yaitu ke orangtuanya. ke ayah ibunya. ke keluarganya.

Terus ini aku copas juga satu cerita yang menguatkan dari salah satu member.

Seorg anak bertanya kpd Ibunya:

“Ibu temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang supaya nyamuk itu tdk menggigit anaknya. Apakah Ibu juga lakukan hal yang sama?”.

Sang Ibu tertawa “Tidak. Tapi Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam, supaya nyamuk tidak sempat menggigit siapapun“.

“Oh iya, aku baca tentang seorang Ibu yang rela tidak makan supaya anak2nya bisa makan kenyang. Akankah Ibu lakukan hal yang sama?”, si anak kembali bertanya.

Dgn tegas Ibunya menjawab “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan kenyang dan kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar“.

Sang anak tersenyum…

Aku bisa selalu bersandar padamu Ibu..”

Sambil memeluknya si Ibu berkata “Tidak Nak!. Tapi aku akan mengajarmu berdiri kokoh diatas kakimu sendiri, agar kau tidak harus jatuh tersungkur ketika aku harus pergi meninggalkanmu“.

Pesan Moral:
“Seorang Ibu yg bijak bukan hanya menjadikan dirinya tempat bersandar, tetapi ia jg harus bisa membuat org2 yg bersandar padanya dapat berdiri kokoh..manakala sandaran tsb sdh tidak dapat mampu lg utk menopang.”

Thanks to all mommies at this thread. Sharing is caring. How beautiful it is. Thank you.๐Ÿ™‚

sumber gambar dari sini.

Leave a comment »

Kisah bedak

I really didn’t know what my problem was with powder yesterday.

Pertama, adalah tangan yang tidak singkron dengan otak. Pas mau ambil bedak, nyenggol tempat pulpen, pengennya nahanin bedaknya eh, semua kelepas dari jangkauan, yang tinggal kepegang adalah TUTUP dari casing bedaknya.ย  Isinya semua berhamburan di lantai. Merutuk kesal, karena yang tumpah itu adalah si bedak Nars. Mehooonggg….

Pintu kamar langsung gue kunci. Takut eydro malah masuk dan makin mengacau. Gue kumpulin lah itu sedikit demi sedikit. Masih banyak yang terbuang. Tapi lebih banyak yang terselamatkan sih.

Ngapain gue pake bedak malam-malam?

DEMI ya DEMI mau pengambilan foto e-ktp. udah lengkap aja itu dandanan pleus bulmatpal. Just needed a finishing touch. Yang ada gak jadi finish. Malah beres2 kamar dulu.

Beres kamarnya, gue bbm tetangga yang udah duluan ke kecamatan. Katanya ngambil fotonya gak bisa malam ini. Harus ngantri dulu besok pagi. WTF!!

Terpaksa gue lepas lagi tuh bulmatpal. Baru mandi.

NAH, here come the second part of powder story.

Selesai gue mandi, masuk kamar, ketemulah anak kecil belepotan bedak. No, bukan bedak nars gue sih. Bedak baby yg kebetulan gue pake sebelumnya utk mengurangi minyak di rambut. (siap foto ciiing… jadi harus maksimal dengan tanpa mandi dulu. perlenongan tinggal di kantor, jadi gue touch up2 aja itu mekapnya)

Gue yang mungkin spanning karena kesel ketumpahan bedak narsnya, nambah lagi eydro yang main2 bedak sampai belepotan numpahin laptop, handphone, langsung teriak kesel. “EYDRO!!!”

Reaksinya? Dia kaget. malah makin menggoncang2 itu botol bedak yang kebuka ke segala arah, berhenti pada bagian MELEMPAR bedaknya ke atas tempat tidur.

GETTING MAD AT ME? Yup, he was.

Dan gue juga makin marah. Emosiiiihhhh.

Dia lari ke bapaknya. Bapaknya malah menginterogasi. Larilah ke mbaknya. Cerita: “Eydro berantem sama mama. Lempar bedak mama. Mama marah. Eydro juga marah.” Itu versi yang dia ceritakan ke papey dan mbake.

Gue tetep di kamar. Nahan emosi sambil ganti baju, dan beresin bedak yang berantakan.

Pas keluar kamar, gue udah sedikit tenang. Tapi si anak kecil belum. Masih nangis. Marah-marah. “MAMA USIIIL DEH”.ย  Dan ngelempar bola or something like that ke arah gue. Gue tenang dan ambil makan malam. Gue biarin dia meluapkan emosinya.

Tapi pas ketemu tatapan mata gitu, dia bisa lho menatap sinis ke gue. Gue balas aja.Gak tau deh ya yang mana ini kekanak-kanakan. Hihihihi….

Beberapa menit kemudian, gue liat udah mulai tenang, gue tanya: “Eydro marah ya?”

“Iya”. Terus kabur lagi ke kamar mbaknya. NGAMBEEEKK. Ya ampun, anak gue udah bisa ngambek.ย  Dan saat itu gue bisa melihat dia niru siapa. Siapa lagi?๐Ÿ˜€

Gue tetap tenang. Dengan santai makan malam di ruang tipi.

Tiba-tiba dia datang dekatin gue. “Mama, eydro anak baik. minta maaf ya.”

Aku senyum. “Iya. Tadi salah apa eydronya?”

“Numpahin bedak ke hp mama.”

“Iya. jangan diulang lagi ya sayang. Tadi juga eydro ngelempar bola kan ke mama. Gak ba…”

“..-gus!”

“Sini peluk mama.” Berpelukan, trus tiba-tiba dia lari lagi ke kamar. Keluar ambil tisu, trus masuk kamar lagi. Entah apa yang dilakukannya.

Pas aku ngecek ke dalam, dia bilang ” lihat ma, hp nya udah bersih eydro bikin.”

Tercekat. Pengen nangis rasanya. He’s such a good boy. Agak menyesal kenapa tadi sempat emosi. Tapi sangat takjub melihat akhir cerita seperti ini.

I asked a hug from him. Dan minta maaf juga karena tadi sempat emosi ke dia.

Gue gak bisa menentukan apa yang gue lakukan tadi benar apa gak. Apa malah banyak salahnya. Tapi yangย  gue berusaha banget nginget pesan yang di seminar parenting dulu. Biarkan anaknya mengenal emosi tertentu, dan kita orang tuanya mencoba mendefinisikannya.

Not a good story I guess. Ini hanya sebuah catatan buat gue, untuk bisa lebih nahan emosi lagi. Kesabaran lebih banyak lagi.ย  As they said,

“Gak ada anak yang nakal, yang ada orangtuanya yang kurang sabar”

Let’s do it, son. We grow and learn together.

LOVE, MOM.

 

 

PS (edited): Gue baru inget tadi malam itu waktu eydro masih kesel ama gue, dia bisa lho ngejek gue: “MAMA GENDUT”. hahahahha…. looks like he’s trying to piss me off again. untung mamanya tetep cool yee.. hihihi… gue jawab aja: “BIARIN!”๐Ÿ˜›

Leave a comment »

Senyum

contoh senyum:

1. senyum tak senyum tak jelas
2. tak senyum tapi melongo
3. senyum atau nyengir
4. senyum kelebaran ampe mata ilang

Hadeeeuhh.. sulit amat nak mengambil fotomu sekarang ini…. Yang ini masih mending sih. Biasanya keliatan rambut doang, karena anaknya keburu kabur belum selesai klik.

BUT no matter what, apapun jenis senyum yang kau bentuk, it brings out the sunshine in my life. Keep smiling, dear.

Leave a comment »

T-I-M-E

โ€œKids spell love T-I-M-E.โ€ โ€“ John Crudele

seharusnya tadi gue tidak menemukan quotes itu. tidak pun ingin membahas sedikit pun tentang ini.

tapi gara-gara googling parenting quotes, ketemulah halaman ini, dan terteralah quotes itu.

MAKJLEB!

berasa ditusuk di ulu hati.

Cukupkah waktu bermain yang telah aku sediakan buat anakku?

Cukupkah waktu telingaku untuk mendengarnya?

Cukupkah waktu tanganku ini untuk menuntunnya? untuk menangkap bola yang dia lempar?

Cukupkah waktu tanganku ini untuk memeluknya?

Apakah justru tangan, telinga dan mata ini terlalu banyak aku habiskan untuk hal lain, gadget misalnya?

Son, I’m sorry. deeply in sorry.

Let’s make our T-I-M-E.

Leave a comment »

Re-dye

(not) almost a week with an almost blonde light hair, I have re-dye it to ash.

Walaupun orang-orang bilang bagus, gue tetap aja gak pede dengan warna yang mengundang tatapan2 gitu.

Kali ini gue gak ke salon lagi. Pake Liese Bubble Color elegant ash. Coloring is an easy peasy like shampooing.

Dan inilah hasilnya:

Hasilnya agak coklat merah gitu ya. Jauh banget dari yg namanya ASH color.

Tapi gak masalah. Malah suka.๐Ÿ˜€

Anyhow, gue suka deh dengan si liese bubble color ini… Gampil banget pakenya.

Dari yang baca2 sih, cepat pudar ya warnanya. Gak kayak yang di permanent coloring di salon. Yaiyalah… dengan waktu 2x24jam (tes alergi yg gue diskon jadi 1x24jam aja karena saking ngebetnya re-dye)+ 30 menit bubbling… what to expect?

Tapi mungkin lebih bagus juga sih gak tahan lama. Karena ini aja gue udah kepengen lagi utk warna lain.๐Ÿ˜›

YAY to hair bubbling!

Leave a comment »

Women Wired Weekend

Nggak, gue gak ikut seminar yang diadakan sama female daily network ini.

alasan: akhir bulan! belum gajian, dan di sana ada juga market plaza day. lebih baik menghindar. hihihi…

Tapi gue tertarik banget dengan seminarnya. karena ada @mrshananto di sana. Perlu banget ya, secara gue yang terlalu boros ini perlu dihajar dulu otaknya dengan ilmu financial yang benar.

Jadi, gue coba ‘curi’ ilmu aja deh dari twitternya @womenwiredweekend, sbb:

  • Most women live longer than men. Therefore we should not be dependent to men.ย  UHUK!
  • Even though you run a business, it’s possible that get no profit and have no money.
  • What should we do with personal money? 1) check your expend 2)maintain healthy finance ratio (10-30% for saving, maximum 30% to pay credit) 3) Know your financial purpose so you understand what your saving for
  • “Impulsive buying only happens to people that has no money. Once they have money, they’ll shop more wisely” DJLEB!
  • In your financial plan, divide your money into: emergency, education, retirement, holiday & home funds
  • Try to save your money to realize specific purpose. It will also stops you from impulsive buying. WILL DO!

sumber: https://twitter.com/#!/WWWEvent

Sooo… ROCK ON!๐Ÿ˜€

Leave a comment »

Personal Cash Flow

many planners said this: make your personal cash flow for a whole month and analyze!

Kalimat itu mah udah gue tau dari kapan tau, dan tetep gak berhasil rapih bikin catatan.

Last February (which means yesterday), I’ve made it. Thanks to the expense manager application on this tablet gifted to me. Gak usah muluk-muluk utk bikin cash flow keluarga, cash flow pribadi aja dulu.

maka inilah hasilnya:

pie chart personal cash flow

gak kebaca sih ya?

tapi di gue kebaca banget iniiii, kalo itu pengeluaran di personal, uncategorized, entertainment, naaudzubile gede bangeeeeetttt…. di post itulah gue yang bocornya banyak. *nangis darah penuh penyesalan*

OK. selesaikan tangisnya. We’ve got the chart, then what’s next?

Budget for the next month (which means this day, March 1)

I’ve tried to calculate. and you know what? Ternyata gue harus nanggung dosa gue di akhir bulan Januari lalu sebagai credit card abuser, yang bulan maret ini harus dibayar, yg digitnya udah ampun-ampunan, yang artinya akhir bulan maret nanti pun aku akan MINUS! pyuuuuuuh….. *mamaaaaaaaaaaaak!! ibu rumah tangga macam apa ini!* hihihii….

Tapi sedikit lega deh dengan adanya post calculating feb’s expenditure, dan precalculation for march’s plan. Bisa diambil kesimpulan sbb utk survival plan:

  1. no personal care this month (kecuali di t4 langganan yg udah dicicil bln lalu๐Ÿ˜€ *teteup*
  2. leave the credit card behind
  3. 20rb/lunch/day or bring a lunch-box
  4. kurangi kunjungan ke mall
  5. kurangi kunjungan ke market plaza female daily :: racun semua isinya๐Ÿ˜„
  6. that’s it for now….

Oh, by the way, I’ve planned some saving and investing budget for my march plan. about 20% of the income. Jadi gak berdosa2 banget sih sebenarnya. Hanya saja ada target lain yang menuntut gue utk lebih dari 20% itu savingnya.

AH, ayolah semangat.

We can do this.

*nyanyik I will Survive lagi*๐Ÿ™‚

Leave a comment »

Majilift 12.5

I always imagine a dark brown glossy color.
But unfortunately, it turned out to be this….

image

Don’t remember the detail of name shade.

I just don’t like it.

Kebanyakan sih blg bagus. Tapi bukan gue banget, nih.
Puasa dulu deh sebulan ini.
Kasian rambutnya kalau langsung di-abuse lagi.

(And anyway, this post turned out to be the sequel of previous Godaan post, I tried hard not to spent the money, but it ends up to this new dye hair๐Ÿ˜€

Leave a comment »

Blue Whale try to Find You!

Sunday school time…

Another baby feits’ t-shirt collection… me+ey love it!

image

Top: baby feits
Bottom : unbranded celana sowek sowek itc๐Ÿ˜›
Shoes: oshkosh

2 Comments »

Godaan

selagi black period gini tantangan utk tidak belanja itu kayaknya makin banyak ya.

SEBEL!

well, setidaknya sih gue udah bisa ngelewatin ujian akhir bulan terberat di market plaza nya FD kemaren. cuma bisa gigit jari pas liat timeline di twitter isinya hasil belanjaan di market plaza.

hari ini masuk lagi setan FINAL reduction nya Charles & Keith store up to 90 % until 29 Feb! Grmbl grmbl… (please fast forward please to 1 March!)

Tapi yang paling sebel ya iya itu iyalaaaah: gigit jari sama barang2 yang dari dulu kepengenan, tapi ditahan2 muluuukkk.

kayak:

1. UP shoes ( still drooling to that candi red)

2. Cotton Ink outerwear. (selama ini masih kesampaiannya punya shawlnya aja) Their new arrivals are so tempting!

Ini 2 items ditahan2 mulu gak dibeli padahal harganya mah gak sampai deh dibanding kebocoran2 di tempat lain.

Apakah posting ini akan berakhir dengan token mandiri? We’ll see.

*nyanyik I will Survive*

cheersss....

image from: here.

Leave a comment »