pieces of momey' stories

Kisah bedak

on March 15, 2012

I really didn’t know what my problem was with powder yesterday.

Pertama, adalah tangan yang tidak singkron dengan otak. Pas mau ambil bedak, nyenggol tempat pulpen, pengennya nahanin bedaknya eh, semua kelepas dari jangkauan, yang tinggal kepegang adalah TUTUP dari casing bedaknya.  Isinya semua berhamburan di lantai. Merutuk kesal, karena yang tumpah itu adalah si bedak Nars. Mehooonggg….

Pintu kamar langsung gue kunci. Takut eydro malah masuk dan makin mengacau. Gue kumpulin lah itu sedikit demi sedikit. Masih banyak yang terbuang. Tapi lebih banyak yang terselamatkan sih.

Ngapain gue pake bedak malam-malam?

DEMI ya DEMI mau pengambilan foto e-ktp. udah lengkap aja itu dandanan pleus bulmatpal. Just needed a finishing touch. Yang ada gak jadi finish. Malah beres2 kamar dulu.

Beres kamarnya, gue bbm tetangga yang udah duluan ke kecamatan. Katanya ngambil fotonya gak bisa malam ini. Harus ngantri dulu besok pagi. WTF!!

Terpaksa gue lepas lagi tuh bulmatpal. Baru mandi.

NAH, here come the second part of powder story.

Selesai gue mandi, masuk kamar, ketemulah anak kecil belepotan bedak. No, bukan bedak nars gue sih. Bedak baby yg kebetulan gue pake sebelumnya utk mengurangi minyak di rambut. (siap foto ciiing… jadi harus maksimal dengan tanpa mandi dulu. perlenongan tinggal di kantor, jadi gue touch up2 aja itu mekapnya)

Gue yang mungkin spanning karena kesel ketumpahan bedak narsnya, nambah lagi eydro yang main2 bedak sampai belepotan numpahin laptop, handphone, langsung teriak kesel. “EYDRO!!!”

Reaksinya? Dia kaget. malah makin menggoncang2 itu botol bedak yang kebuka ke segala arah, berhenti pada bagian MELEMPAR bedaknya ke atas tempat tidur.

GETTING MAD AT ME? Yup, he was.

Dan gue juga makin marah. Emosiiiihhhh.

Dia lari ke bapaknya. Bapaknya malah menginterogasi. Larilah ke mbaknya. Cerita: “Eydro berantem sama mama. Lempar bedak mama. Mama marah. Eydro juga marah.” Itu versi yang dia ceritakan ke papey dan mbake.

Gue tetep di kamar. Nahan emosi sambil ganti baju, dan beresin bedak yang berantakan.

Pas keluar kamar, gue udah sedikit tenang. Tapi si anak kecil belum. Masih nangis. Marah-marah. “MAMA USIIIL DEH”.  Dan ngelempar bola or something like that ke arah gue. Gue tenang dan ambil makan malam. Gue biarin dia meluapkan emosinya.

Tapi pas ketemu tatapan mata gitu, dia bisa lho menatap sinis ke gue. Gue balas aja.Gak tau deh ya yang mana ini kekanak-kanakan. Hihihihi….

Beberapa menit kemudian, gue liat udah mulai tenang, gue tanya: “Eydro marah ya?”

“Iya”. Terus kabur lagi ke kamar mbaknya. NGAMBEEEKK. Ya ampun, anak gue udah bisa ngambek.  Dan saat itu gue bisa melihat dia niru siapa. Siapa lagi?😀

Gue tetap tenang. Dengan santai makan malam di ruang tipi.

Tiba-tiba dia datang dekatin gue. “Mama, eydro anak baik. minta maaf ya.”

Aku senyum. “Iya. Tadi salah apa eydronya?”

“Numpahin bedak ke hp mama.”

“Iya. jangan diulang lagi ya sayang. Tadi juga eydro ngelempar bola kan ke mama. Gak ba…”

“..-gus!”

“Sini peluk mama.” Berpelukan, trus tiba-tiba dia lari lagi ke kamar. Keluar ambil tisu, trus masuk kamar lagi. Entah apa yang dilakukannya.

Pas aku ngecek ke dalam, dia bilang ” lihat ma, hp nya udah bersih eydro bikin.”

Tercekat. Pengen nangis rasanya. He’s such a good boy. Agak menyesal kenapa tadi sempat emosi. Tapi sangat takjub melihat akhir cerita seperti ini.

I asked a hug from him. Dan minta maaf juga karena tadi sempat emosi ke dia.

Gue gak bisa menentukan apa yang gue lakukan tadi benar apa gak. Apa malah banyak salahnya. Tapi yang  gue berusaha banget nginget pesan yang di seminar parenting dulu. Biarkan anaknya mengenal emosi tertentu, dan kita orang tuanya mencoba mendefinisikannya.

Not a good story I guess. Ini hanya sebuah catatan buat gue, untuk bisa lebih nahan emosi lagi. Kesabaran lebih banyak lagi.  As they said,

“Gak ada anak yang nakal, yang ada orangtuanya yang kurang sabar”

Let’s do it, son. We grow and learn together.

LOVE, MOM.

 

 

PS (edited): Gue baru inget tadi malam itu waktu eydro masih kesel ama gue, dia bisa lho ngejek gue: “MAMA GENDUT”. hahahahha…. looks like he’s trying to piss me off again. untung mamanya tetep cool yee.. hihihi… gue jawab aja: “BIARIN!”😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: